Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar
Gedung Bank Indonesia
dan Kantor Pos Besar. Bangunan Kolonial yang indah ini terletak di
utara untuk Karaton. Beberapa meter ke arah timur terdapat Gereja Agama
Katholik tua yang terletak di Jl. Secodiningratan (Sekarang Jln P
Senopati).
Gereja Kotabaru
Gereja Kotabaru
Terletak 2 Km di sebelah barat Stasiun Tugu / malioboro. Merupakan
gereja tua peninggalan zaman kolonial. Terkenal dengan nama Gereja
Katolik St Antonius.
Benteng Vredeburg
ipusat kota, didepan Gedung Agung (bekas istana Presiden RI di jaman Yogyakarta menjadi ibukota Negara tahun 1946),dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terletak sebuah benteng kuno, Vredeburg.
Benteng ini sengaja didirikan oleh
penjajah Belanda untuk mengamankan pemerintahannya dengan seorang
Gubernur Hindia Belanda yang bertempat tinggal di Gedung Gubernuran
(Gedung Agung sekarang).
Gedung Agung Istana Yogyakarta
Dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Akhmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro,
jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di
Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta, dan
berada pada ketinggian 120 meter dari permukaan laut. Kompleks istana
ini menempati lahan seluas 43,585 m2.
Makam Raja Imogiri
Imogiri sebenarnya Makam Hastanegara, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam kotagede. Di Makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram sepeninggalan Panembahan Senopati, terutama Putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo.
Makam ini dibangun diatas bukit, dan
untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak
345 buah hingga tiba disuatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri
dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau
haru minggu antara pukul 13.30 hingga 16.30 WIB
Masjid Agung
Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara
Yogyakarta yang hingga kini masihdipergunakan untuk tempat beribadah
sehari-hari bagi umat Islam. Di hari-hari besar Islam ,masjid ini
dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi
keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta.
Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya
bangunan jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang
disamping unik juga indah menyerupai masjid Agung Kadilangu yang
dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah seorang wali sango di kota antik
Demak)Di sayap Timur bagian depan dari Istana ini dipergunakan sebagai
Museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat
dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis antara pukul 11.00
hingga 13.00.
Dalam Museum ini tersimpan benda-benda
bersejarah yang memiliki nilai Budaya tinggi, dan merupakan tinggalan
masa silam dari keluarga Paku Alam.
Masjid Syuhada
Salah satu Masjid besar di Jogjakarta yang bersejarah. Terletak di Kotabaru – Jogjakarta.
Tugu Yogya
Adalah salah satu bangunan peninggalan
Sultan Hamengku Buwana I. Pembangunan Tugu tersebut dilakukan untuk
memperingati rasa kebersamaan raja (pada waktu itu Pangeran Mangkubumui)
dengan rakyat yang bersatu padu melawan Belanda sehingga Pangeran
Mangkubumi mendapatkan tanah Mataram. Tugu tersebut dibangun setahun
setelah Perjanjian Gianti. Ketinggian Tugu pada waktu dibangun pertama
kali adalah 25 meter.
Monumen 1 Maret
Terletak di sebelah selatang benteng
Vredeburg berdiri dengan tegar, mengingatkan kita pada peristiwa
nasional yang tersebar dalam sejarah berdirinya RI. Peristiwa ini pada
tanggal 1 Maret 1949, tatkala Letnan Kolonel Soeharto (sekarang Presiden
RI) memimpin Serangan Umum ke kota Yogyakarta yang saat itu berada
dalam penguasaan bala tentara penjajah Belanda.
Serangan itu berhasil dengan gemilang dan
Tentara Nasional Indonesia telah berhasil menguasai kota Yogya selama 6
jam yang membawa hasil penyerahan Kedaulatan Rakyat dari pihak
pemerintah Belanda kepada RI.
Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Didirikan untuk mengenang peristiwa
bersejarah yaitu bebasnya Yogyakarta dari Pendudukan Belanda tahun 1949.
Monumen ini terletak di Sariharjo, Ngaglik Sleman kira-kira 7 km dari
Tugu Yogyakarta. Monumen ini berbentuk kerucut menpunyai gunung dan
terdiri dari tiga lantai.
Lantai dasar punya pintu lurus dari barat
ke timur sesuai dengan rotasi bumi. Pada lantai ini terdapat
bermacam-macam display dan cerita lengkap mengenai peristiwa menjelang
“Yogya Kembali”. Lantai kedua punya pintu lurus dari utara ke selatan,
terjalin dengan garis fisalfat bangunan kraton Yogyakarta.
Lantai ini berisi cerita-cerita
perjuangan yang dimulai dari saat Yogyakarta menjadi ibukota RI sampai
peristiwa Yogya kembali. Lantai ketiga berada pada bagian paling atas,
pada lantai ini tidak memiliki pintu para pengunjung bisa masuk ke
ruangan ini melalui bagian bawah. Lantai ini punya satu ruang yang
disebut “Gerba Graha” yang berarti ruang bersemedi
Puro Pakualaman (1813)
Berlokasi di Jln Sultan. Merupakan kerajaan kecil di dalam wilayah Kerajaan Ngayogyokarto Hadiningrat.
Sendangsono
Merupakan tempat ziarah bagi pemeluk
agama Roma Katholik, tempat ini dibangun menyerupai Loudes di Perancis,
dimana pada masa yang silam, Bunda Maria, ibunda Nabi Isa Al Masih telah
menampakkan diri dihadapan seorang gadis Santa Bernadeta, dan melakukan
berbagai mukjijat kepada masyarakat setempat.
Nama Sendangsono diambil dari istilah
“sendang” yang berarti mata air dan “sono”, merupakan nama suatu jenis
pohon. Sedangkan sendangsono berarti mata air di bawah pohon sono. Pada
bulan Mei dan Oktober, tempat ini ramai sekali dipenuhi peziarah dari
seluruh Indonesia.
Taman Sari
Terletak lebih kurang 400 meter dari
Komplek Kraton Yogyakarta atau lebih kurang 10 menit berjalan kaki dari
halaman dalam belakang Kraton yang disebut Kemandungan Kidul atau
halaman Magangan.Taman Sari berarti taman yang indah, pada zaman dahulu
merupakan tempat rekreasi Sri Sultan beserta kerabat Istana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar